Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Nokia Normandy bakal Gunakan Sistem Operasi Android
By : UnknownNokia Normandy bakal Gunakan Sistem Operasi Android
Rumor mengenai aktivitas Nokia untuk mengembangkan smartphone
Android sudah cukup lama berkembang. Dan kini sebuah sumber dari The
Verge, mengungkapkan kalau handphone Nokia Normandy yang dibocorkan oleh
@evleaks pada bulan kemarin merupakan sebuah smartphone Android.
Sistem operasi Android yang ada pada smartphone Nokia Normandy
tersebut kabarnya tak membuat perusahaan Finlandia ini berhubungan
dengan Google. Alih-alih smartphone tersebut mempunyai kemiripan dengan
produk tablet Kindle Fire yang dikeluarkan oleh Amazon. Dengan begitu,
smartphone ini akan memiliki toko aplikasi sendiri, bukan Google Play.Seperti halnya sebuah smartphone Android lain, Nokia Normandy tersebut mendukung pemakaian aplikasi Android, seperti Skype dan aplikasi populer lainnya. Rencana pengembangan smartphone ini pun kabarnya terus dilakukan meski proses akuisisi Nokia oleh Microsoft sudah memasuki tahap akhir.
Sumber lain dari The Verge mengatakan bahwa Nokia Normandy didesain untuk segmen low end. Dan dengan meniru usaha yang dilakukan oleh Amazon, Nokia pun dapat melakukan modifikasi sesuai keinginan. Sumber tersebut pun mengatakan kalau para pegawai Nokia telah diinformasikan bahwa smartphone ini disiapkan pada tahun 2014. Kemungkinan besar setelah divisi mobile devices and services Nokia sudah menjadi milik Microsoft.
via The Verge
Artikel Terkait:
- Pasca Akuisisi Nokia oleh Microsoft, Windows Phone Masih Bisa…
- Layanan Nokia Music bakal Hadir di Android dan iOS
- Pasca Akuisisi Nokia, Microsoft Terus Lanjutkan Rencana Produksi…
- Para Investor Nokia Setujui Akuisisi Senilai 7.2 Miliar USD oleh…
- Nokia Dikabarkan bakal Memperkenalkan Tablet 8 Inci Terbarunya di Awal
- Nokia Sempat Lakukan Pengujian OS Android pada Lumia Sebelum…
Tag :
Teknologi,
Baterai Graphene
By : UnknownBaterai Graphene
Pada awalnya, seorang Profesor di Universitas Manchester Inggris bernama Prof. Andre Geim, seorang keturunan 1/16 Yahudi - 15/16 German yang lahir di Rusia, berpikir untuk memecahkan masalah ketidakstabilan Graphene di alam bebas agar bisa dimanfaatkan untuk ilmu pengetahuan. Waktu itu tahun 2002.
Kemudian bergabung bersamanya seorang mahasiswa Phd yang juga keturunan Rusia yang telah lama menjadi warga negara Inggris bernama Kostya Novoselov untuk melakukan riset intensif. Seorang ilmuwan kelahiran 1974 dan masuk dalam daftar 35 orang dibawah 35 tahun yang inovatif terbitan MIT pada tahun 2008.
Pada tahap awal riset, mereka berdua menempuh pendekatan untuk memoles bongkahan graphite (bahan yang sehari-hari kita temukan pada ujung pensil biasa) menjadi irisan setipis mungkin. Lalu hasil irisan tersebut dipoles lagi, pada arah yang tepat, sampai dihasilkan lapisan setebal 1 nanometer. Riset yang panjang dan melelahkan, namun kualitas graphene yang diperoleh tidak mencapai target yang diinginkan. Irisan tersebut tidak stabil dan lapisan graphene setebal 1 atom ditemukan dalam populasi yang sangat sedikit.
Akhirnya sebuah informasi aneh didapatkan dari seorang kolega senior Novoselov bernama Oleg Shklyarevskii yang awalnya ditemukan secara tidak sengaja. Oleg Shklyarevskii mengatakan bahwa sebuah isolasi biasa yang ditempelkan pada permukaan graphite kemudian dikelupas dan dibersihkan mampu menghasilkan lapisan graphene yang lebih tipis dari 1 nanometer.
Terdorong oleh gagasan tersebut, pendekatan baru ditempuh: dari memoles, dibalik menjadi mengupas graphite. Dan pada tahun 2003, akhirnya Novoselov berhasil memperoleh lapisan graphene setebal 1 atom carbon yakni 1/10 nanometer dan temuan ini dipublikasikan pada tahun 2004.
Mereka berdua akhirnya dianugerahi hadiah nobel pada tahun 2010. Bahkan memperoleh gelar Sir dari ratu Inggris. Saat ini Novoselov telah menjadi seorang Profesor dan memimpin Institut Graphene, sebuah institusi yang digerojok dana 500 Milyar untuk mendalami pemanfaatan graphene, bentukan pemerintah Inggris.
Ketika lembar graphene tersebut diuji semua karakteristik fisika dan kimianya ditemukan:
1. Graphene lebih kuat dari pada berlian. Ketika direndam di dalam cairan yang bisa menghancurkan berlian, graphene tetap bertahan.
2. Elektron mengalir dengan sangat baik, bahkan lebih baik daripada kabel biasa. Kecepatan aliran listrik di dalam graphene hampir secepat cahaya yang mengalir dalam serat fiberoptik.
3. Graphene sangat tipis, hanya berukuran 1 atom namun rantainya lebih kuat dari material lain yang berukuran jauh lebih tebal.
4. Graphene berbentuk lembaran seperti layaknya lembaran karet.
Meskipun teori awal Graphene telah dimulai sejak tahun 1947, namun cara untuk mengekstraknya baru ditemukan pada tahun 2003 tersebut: Pensil dan Selotip.
Jadi penemuan Graphene ini masih baru sekali. Peluang untuk pemanfaatannya pun masih terbuka lebar. Posisi graphene dalam hidup sehari-hari bisa dibilang setara dengan plastik: murah karena supplai yang melimpah dan mudah didapat, namun pemanfaatannya luas sekali.
Berikut ini aplikasi pemanfaatan graphene:
a. Layar sentuh yang tidak bisa robek untuk ponsel yang bisa ditekuk seperti tali jam di pergelangan tangan anda,
b. sebuah revolusi dalam diagnosa medis, pemberian obat dan perangkat bionik,
c. lapisan pelindung untuk segala sesuatu mulai dari kemasan makanan maupun untuk turbin angin,
d. sebuah penyaring air segar melalui membran desalinasi yang bahkan mampu menyaring limbah radioaktif,
e. chip komputer yang secara dramatis lebih cepat dan tentu saja broadband,
f. panel surya yang bisa dicat atau cukup disemprotkan ke permukaan apapun, dan
g. penemuan terakhir mengenai baterai revolusioner dengan kapasitas jauh lebih tinggi daripada yang kita gunakan saat ini namun dengan waktu charge yang sangat singkat
- ini hanya beberapa dari revolusi graphene yang sedang dimulai oleh para peneliti di seluruh dunia.
Graphene telah menarik banyak investasi jutaan dollar untuk pengembangannya. Tak terkecuali bidang baterai. Baterai Graphene sebenarnya adalah sebuah kapasitor, atau lebih tepatnya ultra kapasitor. Jadi tidak terjadi reaksi kimia apapun selama pengoperasiannya. Electron hanya dimampatkan saja di dalamnya. Dan karena terbuat dari bahan yang sama dengan pensil, maka tidak berbahaya bagi lingkungan.
Lalu waktu pengisiannya yang cepat telah menarik perhatian dunia. Untuk ukuran fisik sebesar baterai hape masa kini, baterai Graphene cukup dicharge pada voltase 4-5 volt selama 80 detik untuk penuh. 1 menit lebih 20 detik sudah penuh! Luar biasa bukan ? Namun nampaknya, masih membutuhkan waktu 5-10 tahun lagi untuk melihat baterai graphene ini tersedia di pasar, karena kapasitas penyimpanannya yang dicapai masih 20% untuk saat ini.
Jika anda ingin membelinya, saat ini telah cukup banyak vendor yang menyediakannya: http://cheaptubes.com/graphene-oxide.htm . $50 untuk per 50 miligram. Atau: http://www.graphenea.com/collections/graphene-products
|
Tag :
Teknologi,
Teknologi Layar Fleksibel
By : UnknownTeknologi Layar Fleksibel
Kategori produk ini muncul karena kemajuan yang telah dicapai dalam teknologi layar fleksibel, yakni teknologi yang memungkinkan layar digital bisa ditekuk s/d tekukan maksimumnya tanpa mengalami patah, bahkan memungkinkan untuk digulung sehingga akan menghemat tempat penyimpanan. Mudah dibawa kemana-mana pula!
Saat ini, mulai dari Apple dan Samsung dan sekarang Dell, tengah berpacu menjadi yang paling dominan dalam teknologi layar fleksibel. Teknologi ini memungkinkan pembuat gadget berinvestasi dalam teknologi yang dapat dipakai/dikenakan oleh user. Beberapa perusahaan telah menyatakan dapat merancang teknologi ini termasuk Google, yang saat ini telah memiliki ribuan orang dalam masa pengujian kaca mata pintar ala Google, sedangkan Apple, kabarnya tengah memulai pengembangan alat untuk menonton cerdas, semacam iPod untuk 'mata'.
Dell masih cenderung tertutup dengan gadget rahasianya, mengatakan bahwa saat ini terlalu spekulatif untuk memastikan cara terbaik untuk masuk ke pasar baru yang panas ini, terutama jika dikaitkan dengan penjualan PC Dell yang menurun, sedangkan Samsung dan Foxconn juga masih melakukan GTM (gerakan tutup mulut) dengan melakukan klaim serupa tentang pengembangan wearable Gadget ini. Terakhir rumor handphone Samsung berlayar fleksibel masih belum menjadi kenyataan dengan peluncuran lini andalan Galaxy Notes mereka yang ternyata tanpa disertai teknologi ini.
Belum satu pun dari gadget baru ini yang telah terbukti menghasilkan uang. Sementara itu, kaca mata Google adalah yang paling dekat dengan peluncurannya. Sementara raksasa teknologi dunia berinvestasi dana pengembangan dalam jumlah selangit pada teknologi ini, masih harus memulai periode pengujian yang panjang.
"Permintaan untuk tampilan layar fleksibel diharapkan akan mengalami pertumbuhan besar-besaran selama tujuh tahun berikutnya, dengan berbagai macam aplikasi akan mendorong hampir 250 kali peningkatan pengiriman dari 2013 s/d 2020," kata Direktur Mobile Emerging Displays and Technology Vinita Jakhanwal. Jakhanwal memprediksi gerakan yang pertama dalam kategori ini akan cenderung lambat sampai tercapainya kematangan teknologi pelindung layar yang sesuai seperti teknologi temuan Gorilla Corning yang akan membantu melindungi layar pada tablet dan smartphone. Hambatan utamanya nampak sepele: mesin pemroduksi layar pada pabrik handphone dan lainnya tidak didesain untuk menerima material berbentuk gulungan melainkan berbentuk lembaran. Sehingga dibutuhkan penyesuaian yang diperlukan.
Selain itu pertimbangan apakah pasar akan menerima atau tidak kedatangan teknologi baru layar fleksibel ini juga bisa menjadi penghambat. Para pengamat mengungkapkan fakta bahwa layar fleksibel lebih menambah keindahan bentuk daripada pertambahkan fungsi. Terkecuali mungkin Google dan Apple karena mereka telah membentuk pasar baru untuk layar fleksibel ini.
Dan khusus pengiriman lini produk smartphone dengan layar fleksibel diproyeksikan akan naik ke 351 juta unit pada 2020, (naik dari 2 juta unit pada tahun 2013). Teknologi layar smartphone semacam ini tidak benar-benar ditekuk sampai terlipat, tetapi mengandung substrat yang fleksibel yang memungkinkan untuk mencapai kelekukan maksimum/hampir pecah namun tetap dapat mempertahankan ketipisannya.
Layar fleksibel tahan lama yang dapat secara fisik ditekuk akan datang segera, meskipun pada awalnya akan optimal diterapkan pada layar besar atau smartphone berbentuk gelang dalam upaya untuk memaksimalkan ruang layar. LG dipandang sebagai pemimpin pasar dalam kategori tersebut, sudah menjual LG televisi di Korea dengan layar melengkung, ungkap Jakhanwal. Meski demikian LG juga telahmasuk ke pasar penyuplai layar flexibel ini.
Lebih jauh ke depan ia mengatakan kaca fleksibel akhirnya akan menjadi benar-benar fleksibel, bahkan rollable/bisa digulung, mampu dimanipulasi oleh pengguna dan akan memicu "generasi berikutnya perangkat yang menghemat ruang."
|
Tag :
Teknologi,
