Popular Post

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

UNTUK KITA RENUNGKAN

By : Unknown
UNTUK KITA RENUNGKAN



Saudara-saudaraku,

            Alangkah baiknya jikalau kita mampu mengambil aneka hikmah dari makhluk apapun yang Allah SWTciptakan di muka bumi ini. Cacing, misalnya, adalah salah satu makhluk Allah yang selama ini kita anggap lemah, hina, dan menjijikan. Akan tetapi, sekiranya kita lebih bijak, maka kita pun akan dapat meluangkan waktu dan kepedulian kita untuk berpikir tentang peranan dan mamfaatnya bagi kita semua, yang mungkin selama ini amat terabaikan dari perhatian kita.



Saudaraku,

            Hasil penyelidikan selama bertahun-tahun, ternyata cacing adalah makhluk yang luar biasa guna dan mamfaatnya bagi manusia dan kemanusiaan. Apakah pekerjaan cacing? Ternyata cacing adalah makhluk yang paling rajin menggali dan melubangi tanah, sehingga tanah pun menjadi gembur, yang membuat akar-akar tanaman bisa menembus tanah dengan lebih mudah.

            Dia pun menjalar mengorek-ngorek tanah sehingga terdapat rongga penyimpanan air di dalam tanah yang memadai. Dengan demikian, pohon-pohonan bisa tumbuh dengan suburnya dan tersedia simpanan air dalam jumlah yang cukup, sehingga tidak hanya dapat diserap oleh akar, juga dapat ditimba oleh manusia melalui sumur-sumur, untuk berbagai keperluan hidup.

            Cacing pun memakan tanah, lalu dilumatkannya di dalam perutnya, sehingga ketika dikeluarkan kembali, tanah itu menjadi lunak, ringan, dan gembur. Tanah pun menjadi baik untuk ditanami daripada sebelumnya. Demikian pun, dedaunan yang jatuh ke tanah dan menjadi sampah pun diubah kemamfaatannya, dengan cara dia benamkan ke dalam tanah, lalu dihancurkannya, sehingga berubahlah sampah itu menjadi pupuk yang jelas-jelas sangat besar mamfaatnya bagi kesuburan tanam-tanaman.

            Dalam setengah hektar tanah itu kurang lebih terkandung 50.000 ekor cacing, yang mampu menggemburkan tanah seberat 10.000 ton setelah dikunyah oleh cacing tersebut. 'Prestasi' ini benar-benar tidak tertandingi oleh makhluk-makhluk lain ataupun peralatan pertanian buatan manusia. Setiap harinya cacing-cacing itu dengan tidak mengenal lelah membalikkan lapisan kulit bumi sehingga suasana di dalam tanah menjadi sangat baik. Dimakannya berbagai 'makanan' di dalam tanah, kemudian dikeluarkannya kembali dalam bentuk kapur, yang memang zat ini sangat dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan.



Saudaraku,

            Lain lagi dengan seekor lalat. Makhluk yang sering kita jumpai di tempat-tempat kotor ini ternyata justru sangat menyukai kebersihan. Kalau kita amati serangga ini, ternyata mereka mempunyai kebiasaan membersihkan diri sampai ke bagian-bagian yang terkecil dari bagian tubuhnya sekalipun. Lalat seringkali hinggap di suatu tempat lalu membersihkan tangan dan kakinya secara terpisah. Setelah itu lalat membersihkan debu yang menempel pada sayap dan kepalanya dengan menggunakan tangan dan kakinya secara menyeluruh. Lalat itu terus saja melakukan yang demikian sampai yakin akan kebersihan dirinya. Semua lalat dan serangga yang lain pun membersihkan tubuh mereka dengan cara yang sama, dengan penuh perhatian dan ketelitian sampai ke hal-hal yang kecil sekalipun. Ini menunjukkan ada satu-satunya pencipta yang mengajarkan kepada mereka cara membersihkan diri mereka sendiri.

            Ketika terbang, lalat mengepakkan sayapnya kurang lebih 500 kali setiap detik. Padahal tak satu pun mesin buatan manusia yang mampu memiliki kecepatan yang luar biasa ini. Kalaulah ada, mesin itu akan hancur dan terbakar akibat gaya gesek. Namun sayap, otot, ataupun persendian lalat ini tidak mengalami kerusakan sedikit pun. Bahkan ia dapat terbang ke arah manapun tanpa terpengaruh oleh arah dan kecepatan angin. Dengan teknologi yang paling canggih sekalipun, manusia masih belum mampu membuat mesin yang memiliki spesifikasi dan teknik terbang yang luar biasa sebagaimana lalat.



Saudaraku,

            Begitulah, makhluk hidup yang cenderung diremehkan dan tidak terlalu mendapat perhatian manusia, ternyata dapat melakukan pekerjaan yang tidak mampu dilakukan manusia. Tidak diragukan lagi, tidaklah mungkin mengklaim bahwa seekor cacing atau lalat melakukan ini semua semata-mata karena kemampuan dan kecerdasan yang ia miliki. Semua karakteristik istimewa dari lalat atau cacing adalah kemampuan yang Allah berikan kepadanya.

            Pantaslah ketika Imam Ali r.a. menjumpai seekor semut dalam sebuah perjalanan, ia berhenti sejenak lalu mengajak para sahabat yang lain untuk merenungi hikmah apa dari makhluk kecil mungil ini. "Lihatlah" ungkapnya, "Semut yang bentuknya kecil, badannya lembut, hampir tidak dapat dilihat mata dan ditangkap pikiran. Bagaimana ia merangkak di buminya, mencari makanannya, memindahkan biji-bijian ke dalam lubangnya kemudian menyimpan di tempatnya? Pada musim panas, ia mengumpulkannya sebagai persiapan untuk musim dingin. Allah yang maha perkasa memberinya rizki, baik di pegunungan maupun di batu-batu kering. Kalau anda memikirkan baik-baik, bagaimana saluran-saluran makanannya, mana ujung dan pangkalnya, kotoran-kotoran di perutnya, bagaimana pula di kepala yang kecil itu terdapat mata dan telinga, niscaya anda akan mendapatkan keajaiban dalam ciptaan itu, meskipun anda akan sulit untuk menerangkannya. Maka, sungguh Mahatinggi Allah SWT yang menciptakan dan menyusunnya atas prinsip-prinsip-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang mampu menyamai-Nya, tidak pula ada pembantu dalam penciptaan-Nya..."

            Tafakur terhadap semut yang saat ini jumlahnya mencapai 8800 spesies, sebenarnya cukup membuat kita makin merasa hina di hadapan Allah yang Mahaagung. Semakin banyak hal kita ketahui tentang serangga, akan semakin kagum kita kepada kebesaran-Nya.



Saudara-saudaraku,

            Sungguh jikalau kita renungkan dalam-dalam keanekaragaman yang luar biasa dari kehidupan di muka bumi ini, pastilah akan kita temui kesempurnaan dari makhluk-makhluk yang Allah ciptakan.***




(Sumber : Jurnal MQ Vol.1/No.4/Agustus 2001)
Tag : ,

suara yang di dengar mayat

By : Unknown
SUARA YANG DIDENGAR MAYAT
Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga: Keluarga, Hartanya, Dan Amalnya.
Ada Dua Yang Kembali Dan Satu Tinggal Bersamanya; Keluarga Dan Hartanya Akan Kembali Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.
Ketika Roh Meninggalkan Jasad...
Terdengar Suara Dari Langit Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia,
Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan,
Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia,
Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia,
Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."

Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan....
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat
Mengapa Kini Terkulai Lemah
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih
Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar
Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia
Mengapa Kini Raib Tak Bersuara

Ketika Mayat Siap Dikafan...
Suara Dari Langit Terdengar Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan
Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha Allah
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan
Nun Jauh Tanpa Bekal
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu
Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."

Ketika Mayat Diusung....
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."

Ketika Mayat Siap Dishalatkan.... Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan.. Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."
Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat....
Terdengar Suara Memekik Dari Langit,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia
Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Dahulu Kau Tertawa Kini Dalam Perutku Kau Menangis
Dahulu Kau Bergembira Kini Dalam Perutku Kau Berduka
Dahulu Kau Bertutur Kata Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."

Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian....
Allah Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku..... Kini Kau Tinggal Seorang Diri Tiada Teman Dan Tiada Kerabat Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap.. Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku Hari Ini,.... Akan Kutunjukan Kepadamu Kasih Sayang-Ku Yang Akan Takjub Seisi Alam Aku Akan Menyayangimu Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya. Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang Kembalilah Kepada Tuhanmu Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku



Tag : ,

SERIBU TOPENG

By : Unknown
SERIBU TOPENG

 

            Jangan terpedaya oleh saya. Jangan terpedaya oleh topeng yang saya pakai. Saya memakai seribu topeng. Topeng yang saya takut untuk menanggalkannya. Topeng yang tak satupun mencerminkan wajah saya yang sebenarnya. Kepura-puraan adalah satu seni yang sudah sehati dengan diri saya, tetapi janganlah terpedaya.

            Saya memberi kesan bahwa kedudukan saya dalam keadaan selamat. Semua yang bersama saya bercahaya dan tenteram baik lahir maupun batin. Rahasia adalah nama saya dan ketenangan adalah permainan saya. Air semuanya tenang dan saya merasa berkuasa dan tidak memerlukan bantuan siapapun. Tapi jangan percaya itu, tolong… jangan!

            Penampilan luar saya kelihatan halus, tapi itu adalah topeng saya, topeng yang selalu berubah dan menutupi wajah saya yang sebenarnya. Di bawah topeng itu ialah ketidakpuasan hati, ketidaktenteraman, dan kegelisahan. Yang dibalik topeng itu adalah diri saya yang sebenarnya, yang dalam kebingungan, ketakutan, dan kesunyian. Tapi saya sembunyikan di diri saya. Saya tidak mau siapapun mengetahuinya. Saya panik memikirkan kelemahan saya akan terbongkar. Itulah sebabnya saya secara gila menciptakan topeng untuk berlindung, satu pencarian yang rumit untuk membantu saya berpura-pura dan berlindung dari pandangan mereka yang dapat mengenal saya. Tapi pandangan seperti itu sebenarnya adalah pandangan penyelamat saya. Itulah satu-satunya yang dapat membebaskan saya daripada saya yang terpenjara oleh dinding penjara buatan sendiri, dari dinding pemisah yang bersusah payah saya bina. Tapi saya tidak menyatakan perkara ini kepada kamu, saya tak berani, saya takut.

            Saya takut pada pandangan kamu yang tidak diikuti dengan kasih sayang dan penerimaan. Saya takut kamu memperkecilkan saya. Kamu akan menertawakan saya dan ketawa kamu akan membunuh saya. Saya takut bahwa jauh dalam diri saya, saya bukan apa-apa, saya tak berguna dan kamu akan melihatnya dan menolak saya. Oleh karena itu, saya akan bergelimang dengan permainan kesukaan saya, kepura-puraan, dan berputus asa. Dengan kepastian palsu diluar dan seorang kanak-kanak menggigil di dalamnya.

            Saya sangat ingin menjadi manusia tulen, bersahaja, dan diri sendiri, tapi kamu harus menolong saya. Bantulah saya dengan mengulurkan kedua belah tangan kamu. Walaupun itulah yang terakhir yang saya ingin dan perlukan. Setiap kamu bersikap baik, lembut, dan memberikan dorongan. Setiap kali kamu mencoba memahami saya karena kamu benar-benar memperhatikan diri saya, hati saya mulai tumbuhkan sayap. Sayap yang sangat kecil dan lemah. Tapi benar-benar sayap. Dengan kepekaan dan simpati kamu dan upaya kamu untuk memahami saya, saya dapat melakukannya, saya dapat memperbaiki. Kamu menghidupkan kembali jiwa saya yang telah lama terkubur. Memang tidak mudah bagi kamu untuk melakukannya.

            Keyakinan yang lama pada sesuatu yang tak berarti, berupaya membina dinding yang teguh. Tetapi kasih sayang lebih teguh daripada dinding, dan disitulah harapan saya. Tolong jangan robohkan dinding itu dengan tangan yang kukuh, tapi dengan tangan yang lembut karena didalamnya ada seorang kanak-kanak yang sensitif dan saya adalah seorang kanak-kanak.

            Siapa saya, kamu mungkin heran? Saya adalah orang yang betul-betul kamu kenal. Saya adalah setiap laki-laki, setiap wanita, setiap kanak-kanak, setiap yang kamu temui.***

 


(Sumber : Jurnal MQ Vol.1/No.5/September 2001)
Tag : ,

- Copyright © danianggara - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -